The Pleasant Winter

The Pleasant Winter

Margashirsha -Pausa Masa (November -February)

Margashirsha


sebulan sudah lampu-lampu minyak samin itu setiap malam menyala
lidah apinya menari-nari gembira
diujung batang tulasi kering sepanjang pena
dan dalam wadah tanah liat seukuran daun bunga begonia
melahap cairan gurih dalam balutan kapas putih di bawahnya
sinarnya menerangi setiap sudut tempat puja para Vaisnava
berkedip-kedip memeriahkan malam Damodara Puja
di bulan penuh karunia
bulan Kartika

kini hembusan angin dengan suhu udara rendah mulai menerpa
pertanda awal musim dingin telah tiba
inilah Margashirsha
bulan pengantar Hemant Ritu ‘tuk sampai ke Pausa masa
bulan perayaan Laksmi Puja
sekaligus bulan turunnya Bhagavadgita
yang mengingatkanku pada suatu masa
ketika dua keluarga wangsa Bharata
berhadap-hadapan di medan perang Kuruksetra
dalam peristiwa sejarah Bharatayudha

tidak seperti sebelumnya
bulan Margashirsha kali ini sedikit berbeda
cuacanya lebih dingin dari biasanya
memeluk paksa tubuh siapa saja
terutama yang sengaja menggodanya dengan bertelanjang dada
orang-orang dibuatnya sibuk mencari baju tebal kesayangannya
karena sinar mentari tak cukup menghangatkan badan mereka
minyak kelapa dalam botol plastik di kamarku pun menjadi tak berdaya
tertidur pulas dalam kemalasannya setiap pagi buta
berubah wujud menjadi gumpalan es berwarna putih yang keras kepala
seolah enggan melakukan tugasnya
dan memberiku tanda untuk tidak mengganggunya

inilah margashirsha
bulan yang paling aku suka
dan selalu kunanti setiap tahunnya
tak perlu memaksa AC tua di ruanganku mendengus panjang saat aku sedang bekerja
memberinya waktu untuk beristirahat sementara
aku cukup membuka jendela saja
membiarkan sensasi segar dingin ala pegunungan menyapa
yang membuatku merasa lebih bahagia
dan semangat berkarya

ketika Dewa Surya kembali dengan kereta kencananya
langit sore di ujung barat daya menyambutnya dengan suka cita
yang biasanya berwarna jingga
kini berwarna kuning menyala
dengan sedikit bayang-bayang berwarna merah muda
membentangkan diri seperti karpet mewah untuk raja
di hamparan langit biru cerah yang tak terhingga

English Translation

It’s been a month since the ghee lamps were lit everynight
their tongues of flame dancing happily
at the end of dried tulasi stalks as long as pens
and in clay containers the size of begonia leaves
devouring savory liquids wrapped in white cotton underneath,
their rays illuminating every corner of the Vaisnava puja place
flickering in the light.

Now the breeze is blowing with a low temperature,
a sign that the beginning of winter has arrived
this is Margashirsha,
the month of Hemant Ritu’s introduction to Pausa, the month ofLakshmi Puja
and the month of the revelation of the Bhagavadgita,
which reminds me of a time
when the two families of the Bharatadynasty
faced off on the battlefield of Kuruksetra.

Unlike before,
the month of Margashirsha this time is a little different
the weather is colder than usual
hugging the body of anyone
especially those who deliberately tease him by going shirtless
people are busy looking for their favorite thick clothes
because the sun’s rays are not enough to warm their bodies
coconut oil in a plastic bottle in my room also becomes helpless to
fall asleep in its laziness every early morning
turns into a white lump of ice that is stubborn
as if reluctant to do its job
and gives me a sign not to disturb it.

Translated with DeepL https://www.deepl.com/app/?utm_source=android&utm_medium=app&utm_campaign=share-translation

Leave a comment