
On January 14, 2025, the auspicious full moon day known as Makara Sankranti was observed. This day marks the transition of the sun into the zodiac sign of Capricorn (Makara Rasi), according to Vedic astronomy. It also signals the beginning of Uttarayana, the northward journey of the sun, which is considered a highly auspicious time in spiritual traditions.

Makara Sankranti is a day of immense significance, ideal for performing spiritual activities such as purification rituals (melukat), acts of charity (dana-punya), sankirtanam (devotional chanting), and other devotional practices.




This sacred day also holds great historical importance, as it is associated with Bhismadeva, one of the most revered Mahajanas in Vedic tradition. Bhismadeva, the son of King Santanu and Devi Ganga, is remembered for his unmatched devotion, wisdom, and valor. Although he fell on the battlefield on the tenth day of the Kurukshetra War, he chose to leave his mortal body on the day of Makara Sankranti. He waited for Uttarayana, as this period is believed to be the most favorable for departing the material world.

Bhismadeva spent his final days lying on a bed of arrows, elevated from the ground. Upon Yudhishthira’s request, he imparted invaluable teachings on dharma and leadership to Yudhishthira and his brothers, with Lord Krishna Himself present. Out of humility, Bhismadeva hesitated to speak in Krishna’s presence, acknowledging Krishna’s supreme knowledge. However, Krishna encouraged him, saying, “I possess knowledge, but you have experience.” With Krishna’s blessing, Bhismadeva shared profound wisdom that continues to guide humanity.
The significance of Uttarayana reminds us to utilize this auspicious time for sincere and dedicated bhakti sadhana (devotional service). May we strive to deepen our spiritual connection through simple yet meaningful practices.
***
Contributor: I Wayan Wisanta
Note: References to be added
Terjemahan
Makna Makara Sankranti dan Uttarayana
Pada tanggal 14 Januari 2025, hari purnama yang disebut Makara Sankranti diperingati. Hari ini menandai perpindahan matahari ke rasi Capricorn (Makara Rasi) menurut astronomi Weda. Peristiwa ini juga menandai dimulainya Uttarayana, yaitu perjalanan matahari ke arah utara bumi, yang dianggap sebagai periode yang sangat istimewa dalam tradisi spiritual.
Makara Sankranti memiliki makna yang besar dan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan aktivitas rohani seperti ritual penyucian (melukat), amal kebajikan (dana-punya), sankirtanam (nyanyian pujian), dan praktik spiritual lainnya.
Hari yang penuh berkah ini juga memiliki nilai historis yang penting karena dikaitkan dengan Bhismadeva, salah satu Mahajana yang paling dihormati dalam tradisi Weda. Bhismadeva, putra Raja Santanu dan Devi Gangga, dikenal atas pengabdian, kebijaksanaan, dan keberaniannya yang luar biasa. Meskipun ia gugur di medan perang pada hari kesepuluh dalam perang Kurukshetra, ia memilih untuk meninggalkan tubuh jasmaninya pada hari Makara Sankranti. Ia menunggu Uttarayana karena periode ini diyakini sebagai waktu terbaik untuk meninggalkan dunia material.
Bhismadeva menghabiskan hari-hari terakhirnya terbaring di atas ranjang panah, tubuhnya tidak menyentuh tanah. Atas permintaan Yudhishthira, ia memberikan wejangan berharga tentang dharma dan kepemimpinan kepada Yudhishthira serta adik-adiknya, dengan Sri Krishna turut hadir. Dengan kerendahan hati, Bhismadeva awalnya ragu untuk berbicara di hadapan Krishna, mengingat pengetahuan Krishna yang agung. Namun, Krishna mendorongnya dengan berkata, “Aku memiliki pengetahuan, tetapi engkau memiliki pengalaman.” Dengan berkah Krishna, Bhismadeva pun menyampaikan kebijaksanaan mendalam yang terus menjadi pedoman bagi umat manusia.
Makna Uttarayana mengingatkan kita untuk memanfaatkan waktu yang istimewa ini dengan melaksanakan bhakti sadhana (pengabdian) yang tulus dan sederhana. Semoga kita dapat memperdalam hubungan spiritual kita melalui praktik-praktik yang bermakna.
***
Kontributor: I Wayan Wisanta
Sumber akan dicantumkan






Leave a comment