The Power of Surrender in the Midst of Diversity and Conflict

Diversity in the world is an unavoidable reality. In fact, humans born from the same womb have differences in various dimensions.

Diversity of Beliefs in Life

Diversity in the world is an unavoidable reality. In fact, humans born from the same womb have differences in various dimensions. This also applies to religious beliefs that are chosen as a path to God, even though they come from the same religion.

Every religion has various branches or sects, even though the holy book is the same. If God wanted to, it would not be difficult for Him to create one universal belief for all mankind. However, in reality God did not do that. Why is that?

This question may never be answered with certainty. If anyone tries to explain it, the answer will be subjective. We are aware that since ancient times until now, inter-religious conflicts, riots, and even major wars due to differences in beliefs have continued to occur. Millions of lives have been lost as a result of these conflicts. It seems as if humans are powerless to escape the shackles of differences that trigger such conflicts.


The Impact of Different Beliefs on Human Life

There is a saying, “Only donkeys fall in the same hole.” However, humans seem to keep repeating the same mistakes in dealing with differences in beliefs. This situation seems to force us to reflect on it.

All religions teach that God is One. However, why do His commands look different in each religion?

An increasingly materialistic civilization has created competition in all aspects, including religion. Quite often, sacred teachings are used to pursue material gain. There are also groups that claim their religion as the most righteous, even to the point of prohibiting others from practicing worship or building their own shrines.

Although the government tries to protect the rights of the people, the reality is that arbitrariness in religious life still often occurs. Hopefully, we, or at least myself, will not lose hope to continue fighting for harmony.


Valuable Lessons from the Story of Draupadi

The story of Mother Draupadi (Drupadi) in the epic Mahabharata holds a profound lesson. When she was about to be humiliated by Dusasana in the Hall of Hastinapura, Draupadi tried to fight back with her own strength. However, as a woman, she was unable to resist the power of Dusasana who tried to strip off her clothes.

In that situation, Draupadi appealed to her five husbands (the Pandavas) for help, but they, bound by their vows as warriors, could not help her. She then sought help from Bhisma, who was great and wise. However, for whatever reason, Bhisma remained silent and did not act.


The Power of Surrender to God

In the midst of despair, Draupadi realized that there was only one power left: complete surrender to God. With all her heart, she chanted His holy name:

“Oh Vasudeva Krishna… Oh Vasudeva Krishna… Oh Vasudeva Krishna…”

Her cry was answered. Lord Vasudeva Krishna sent many saris protecting her body. Dusasana, exhausted, finally collapsed helplessly.

This story provides an important lesson. When we face seemingly insurmountable situations, often the greatest strength comes from total surrender to God. All that happens is by His will, and it is on Him that we depend.

***

Contributor: I Wayan Wisanta


Terjemahan


Kekuatan Penyerahan Diri di Tengah Keberagaman dan Konflik

Keberagaman Keyakinan dalam Kehidupan

Keberagaman di dunia adalah sebuah keniscayaan. Bahkan, manusia yang lahir dari rahim yang sama memiliki perbedaan dalam berbagai dimensi. Hal ini juga berlaku pada keyakinan berketuhanan yang dipilih sebagai jalan menuju Tuhan, meskipun berasal dari agama yang sama.

Setiap agama memiliki cabang atau sekte yang beragam, meskipun kitab sucinya sama. Jika Tuhan menghendaki, tentu tidak sulit bagi-Nya untuk menciptakan satu keyakinan universal bagi seluruh umat manusia. Namun, kenyataannya Tuhan tidak melakukan itu. Mengapa demikian?

Pertanyaan ini mungkin tak akan pernah bisa dijawab secara pasti. Jika ada yang mencoba menjelaskannya, jawabannya pasti bersifat subjektif. Kita sadar bahwa sejak zaman dahulu hingga kini, konflik antarumat beragama, kerusuhan, bahkan perang besar akibat perbedaan keyakinan terus terjadi. Jutaan nyawa telah melayang sebagai akibat dari konflik ini. Tampaknya, manusia seolah tak berdaya melepaskan diri dari belenggu perbedaan yang memicu konflik semacam itu.


Dampak Perbedaan Keyakinan terhadap Kehidupan Manusia

Ada pepatah yang mengatakan, “Hanya keledai yang jatuh di lubang yang sama.” Namun, manusia tampaknya terus mengulangi kesalahan yang sama dalam menghadapi perbedaan keyakinan. Situasi ini seolah memaksa kita untuk merenungkannya.

Semua agama mengajarkan bahwa Tuhan itu Esa. Namun, mengapa perintah-Nya terlihat berbeda dalam setiap agama?

Peradaban yang semakin materialistis telah melahirkan persaingan di segala aspek, termasuk dalam hal agama. Tak jarang, ajaran suci digunakan untuk mengejar keuntungan material. Ada pula kelompok yang mengklaim agama mereka sebagai yang paling benar, bahkan hingga melarang orang lain menjalankan ibadah atau membangun tempat suci mereka sendiri.

Meski pemerintah berusaha melindungi hak-hak rakyat, kenyataannya kesewenang-wenangan dalam kehidupan beragama masih sering terjadi. Harapannya, kita, atau setidaknya saya sendiri, tidak kehilangan harapan untuk terus memperjuangkan keharmonisan.


Pelajaran Berharga dari Kisah Ibu Drupadi

Kisah Ibu Drupadi dalam epik Mahabharata menyimpan pelajaran mendalam. Saat hendak dipermalukan oleh Dusasana di Balairung Hastinapura, Drupadi berusaha melawan dengan kekuatannya sendiri. Namun, sebagai seorang wanita, ia tak mampu melawan kekuatan Dusasana yang berusaha melucuti pakaiannya.

Dalam situasi itu, Drupadi memohon pertolongan kepada kelima suaminya (Pandava), tetapi mereka, terikat oleh sumpah sebagai ksatria, tak dapat membantunya. Ia lalu meminta bantuan kepada Bhisma, yang agung dan bijaksana. Namun, entah karena pertimbangan apa, Bhisma hanya terdiam dan tidak bertindak.


Kekuatan Penyerahan Diri kepada Tuhan

Di tengah keputusasaan, Drupadi menyadari bahwa hanya ada satu kekuatan yang tersisa: penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Dengan sepenuh hati, ia menyerukan nama suci-Nya:

“Oh Vasudeva Krishna… Oh Vasudeva Krishna… Oh Vasudeva Krishna…”

Seruannya dijawab. Tuhan Sri Vasudeva Krishna mengirim berkodi-kodi kain sari yang melindungi tubuhnya. Dusasana, yang kehabisan tenaga, akhirnya pingsan tak berdaya.

Kisah ini memberikan pelajaran penting. Ketika kita menghadapi situasi yang tampaknya tak teratasi, sering kali kekuatan terbesar datang dari penyerahan diri total kepada Tuhan. Semua yang terjadi adalah atas kehendak-Nya, dan kepada-Nyalah kita bergantung.

***

Kontributor: I Wayan Wisanta


Leave a comment